Hal-Hal yang Penting Dipertimbangkan sebelum Membeli Pagar BRC

Pagar BrcSelain dapat menunjang keindahan properti dan menjadi alat untuk membatasi lahan, pagar BRC juga sangat berguna untuk menjaga keamanan rumah. Bagaimana tidak, dengan penggunaan pagar BRC tentunya bisa menjadi pembatas bagi setiap orang yang akan masuk dengan semaunya yang mungkin memiliki niat jahat. Tidak mengherankan bila masyarakat luas banyak memilih pagar ini untuk melindungi aset berharga mereka baik itu perumahan maupun lahan dan juga perkebunan.

Berbicara mengenai pagar BRC, saat ini tidaklah sulit tentunya menemukan material tersebut. Sebab, selain dapat membeli secara langsung ke toko besi baja, konsumen juga bisa memesan secara online. Kemajuan teknologi yang semakin berkembang pesat seperti sekarang ini sangatlah membantu proses jual beli sehingga bisa memudahkan transaksi antara kedua belah pihak (penjual dan pembeli). Contohnya PT. Duta Arta Sempana, salah satu distributor besi baja yang terpercaya (sudah diakui secara hukum sejak tahun 2008) dan berpengalaman dalam melakukan transaksi ke banyak wilayah bahkan seluruh Indonesia.

By the way, apakah Anda juga ingin membeli pagar BRC untuk kepentingan aset Anda? Jika iya, perlu diketahui ada hal-hal penting yang wajib Anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian. Apa saja? Simak uraiannya di bawah ini:

Ukuran

Untuk mendapat pagar yang tepat, terlebih dahulu Anda harus mempertimbangkan ukuran pagar. Selain disetarakan dengan panjang lahan, tinggi pagar juga mesti disesuaikan dengan tujuan pemasangan. Jika hanya bertujuan untuk membuat tampilan rumah menjadi menarik atau sebagai pembatas lahan, tentunya pagar BRC yang dipilih bisa berukuran sedang. Sementara bila mempergunakannya untuk pengaman rumah dari hal-hal yang tidak diinginkan, Anda bisa memilih pagar BRC yang memiliki ukuran lebih tinggi. Ukuran ukuran pagar tentunya akan sangat berpengaruh terhadap harga. Semakin luas dan tinggi ukuran pagar, maka harga pagar juga akan semakin mahal. Silakan Anda lihat daftar harga pagar BRC untuk mengetahui kesesuaian harga pagar tersebut.

Kualitas

Yang tidak kalah penting untuk dipertimbangkan sebelum membeli bahan material adalah kualitas. Material yang kualitasnya bagus pastinya akan sangat memungkinkan untuk dapat digunakan dalam jangka waktu panjang. Begitu juga dalam pembelian pagar BRC, kualitas pagar jenis galvanis lebih memungkinkan untuk dipilih ketimbang electro pleating. Mengapa demikian? Pagar jenis galvanis bahan dasarnya ialah besi U-50 dengan pelapisan hot dip 465 Derajat Celcius sehingga keunggulannya pun lebih menjanjikan, yakni tahan karat, mudah pasang, kekuatannya terjamin, dan harganya terjangkau.

Sementara pagar dengan jenis electro pleating bukan tidak bagus, tapi menjadi nomor dua setelah jenis galvanis. Oleh sebab itu, dalam membeli pagar BRC untuk memilih kualitas pagar baiknya dipertimbangkan secara masak-masak agar tidak timbul penyesalan di akhir pemasangan. Tidak guna membeli pagar dengan kualitas yang belum terjamin hanya karena harganya sedikit miring, tapi bila kenyamanan dan keamanannya belum menjanjikan.

Pemasangan

Pemasangan pagar BRC relatif mudah dilakukan yakni dengan cara menanam besi penyangga terlebih dahulu pada garis utama pagar. Setelah itu pemasangannya memakai baut, klem U, dan alat-alat lainnya kemudian baru dilas. Melihat cara pemasangannya yang relatif simple, tapi akan lebih baik jika menggunakan jasa seorang ahli atau menyewa jasa pemasangan pagar BRC agar pemasangan pagar bisa berjalan dan berhasil sesuai harapan. Supaya tidak ribet dalam membeli dan mencari jasa pemasangan pagar tersebut, Anda bisa join di akun g+ distributor.

Pagar BRC memang menawarkan banyak kelebihan tidak hanya sekadar mempercantik halaman rumah tetapi secara tidak langsung juga menjadi bahan pengaman. Namun, untuk memperoleh pagar BRC yang tepat dan sesuai harapan tentunya tidak lepas dari berbagai pertimbangan seperti yang terdapat pada tiga poin di atas.

Jangan Lakukan Ini Jika Anda Menjadi Kontraktor

kontraktor bJumlah kontraktor saat ini sudah semakin banyak di setiap kota. Hal ini disebabkan karena ada banyak masyarakat atau pihak perusahaan yang membangun kediaman, kantor baru, sekolah, dan fasilitas lainnya. Hal ini juga membuat persaingan antar kontraktor semakin sengit dan ketat dari waktu ke waktu. Beberapa di antara kontraktor berhasil menghadapi persaingan bisnis yang ketat tersebut dan beberapa lainnya harus gulung tikar lebih awal.

Sebagai kontraktor, apakah Anda tahu apa yang harus dilakukan untuk menghadapi persaingan tersebut? Ada banyak hal yang bisa dilakukan, salah satunya adalah tidak melakukan hal-hal di bawah ini:

Meminta upah yang terlalu tinggi

Salah besar jika Anda mematok harga tinggi untuk layanan yang diberikan sedangkan kualitas layanan Anda biasa-biasa saja. Sadari bahwa para kompetitor Anda berlomba-lomba untuk memberikan harga terjangkau agar para calon klien memilih mereka. Jika hal ini tidak Anda sadari, Anda akan minim pekerjaan dan akhirnya terpaksa menutup usaha Anda. Oleh sebab itu, hindari meminta upah yang terlalu tinggi. Anda harus menyesuaikan upah kontraktor di lapangan. Anda boleh saja mematok harga yang sedikit di atas rata-rata apabila layanan Anda jauh lebih baik dan lebih cepat dari para kompetitor dan ada nilai tambah yang Anda tawarkan, seperti desain teras dan taman, renovasi gratis bagian rumah tertentu apabila sudah bekerjasama dengan Anda untuk waktu yang lama, atau potongan harga.

Mengurangi takaran bahan bangunan

Bangunan tidak akan bertahan lama apabila takaran bahan bangunan yang digunakan tidak sesuai standar. Misalnya, jika Anda ingin memplester dinding bangunan, adukan semen yang pasir yang harus Anda gunakan 1 berbanding 8, jangan menggunakan perbandingan 1:10 atau 1:12 karena hal ini dapat membuat plesteran dinding cepat lepas dan mudah retak. Contoh lainnya, jika Anda ingin menggunakan adukan beton, perbandingan yang digunakan adalah 1 semen, 2 pasir, dan 3 kerikil. Apabila Anda tidak menggunakan takaran ideal, adukan semen atau pun beton akan menjadi tidak baik. Hal ini berdampak pada ketahanan bangunan itu sendiri.

Nah, apabila Anda melakukan kecurangan ini dank lien Anda tidak mengetahuinya, jangan senang dulu. Sadari bahwa sepandai-pandainya topat melompat, suatu hari akan jatuh juga. Yup, ketika kecurangan yang Anda lakukan ketahuan, tidak hanya biaya ganti rugi yang harus Anda bayar, tapi juga pihak berwajib yang harus Anda hadapi.

Mengubah rancangan bangunan tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu

kontraktor 2Mungkin terdengar aneh, seperti tidak ada kerjaan saja mengubah rancangan bangunan yang sudah ditentukan oleh klien. Namun, hal ini sering dilakukan oleh kontraktor yang tidak profesional karena ketidaktahuan mereka atau karena ingin pekerjaan mereka cepat selesai. Ini masalah serius yang jangan pernah dilakukan apapun alasannya. Apabila Anda kebingungan dengan rancangan yang diajukan, sebaiknya katakan kepada klien. Ingat kejujuran Anda akan membawa Anda kepada hasil akhir yang baik. Sebaliknya jika Anda mengambil keputusan sendiri tanpa mengkonfirmasi dan menerima persetujuan dari klien, Anda sama saja mencari masalah karena klien akan membenci Anda dan tidak akan mau bekerjasama dengan Anda lagi. Bagian terburuknya, mereka bisa saja menuntut Anda dan membawa Anda ke meja hijau. Jika hal ini sampai terjadi, nama baik Anda akan tercoreng dan Anda bisa saja tersingkir dari persaingan.

Mudah-mudahan dengan tidak melakukan hal-hal di atas, usaha Anda bisa terus berjalan dan Anda bisa menemukan kesuksesan.

Menjadi Kontraktor yang Dipertimbangkan Konsumen

Menjadi Kontraktor 2

Menjadi kontraktor, mengapa tidak? Profesi ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat/pemerintah baik untuk pembangunan rumah tinggal maupun untuk pembangunan sekolah atau lainnya sehingga punya prospek cemerlang. Akan tetapi menjadi kontraktor tidak mudah, sebelumnya harus menyelesaikan pendidikan di bidang teknik sipil. Di samping itu, harus punya strategi agar menjadi kontraktor yang dipertimbangkan konsumen. Lebih lanjut, berikut strateginya:

Bernaung di bawah perusahaan terpercaya        

Terlebih belum ada pengalaman, penting untuk bernaung di bawah perusahaan. Dengan catatan, bernaung di bawah perusahaan terpercaya atau memiliki kredibilitas di mata masyarakat. Kredibilitas perusahaan akan memudahkan mendapatkan konsumen. Kalau sudah punya banyak relasi & pengalaman, bisa berdiri sendiri. Berikut kriteria perusahaan kontraktor terpercaya: klien sudah mumpuni, telah berdiri lebih dari 5 tahun, memiliki website profesional, dan masih banyak lagi.

Bekerjasama dengan tukang handal

Kontraktor tidak bisa bekerja sendiri, harus ada tukang handal yang dapat mengaplikasikan rencana yang telah dibuat sebelumnya. Akan hal ini, dipastikan tukang handal yang dipilih. Dengan kata lain memiliki kualifikasi berikut: punya pengalaman yang tidak diragukan dalam pembangunan dan sudah banyak bukti konkrit dari hasil pengerjaannya dengan kualitas yang oke. Tukang yang handal bakal jadi modal untuk menumbuhan kepercayaan konsumen. Meski tukang dari kampung kalau punya kualitas oke, mengapa tidak?

Berikan bukti bukan janji        

Janji-janji yang terlampau tinggi padahal buktinya nihil bukan jalan terbaik untuk menarik konsumen. Ini bakal membuat konsumen merasa kecewa & menjadi penybar informasi buruk kepada orang banyak. Alhasil citra sebagai kontraktor bakal rusak. Maka dari itu, berikan testimony riil sebagai bentuk bukti dari hasil pengerjaan. Bila perlu foto hasil bangunan yang telah diselesaikan atau ajak calon konsumen untuk melihat rumah yang telah selesai dibangun.

Berikan garansi pengerjaan

Jangan segan memberikan garansi pengerjaan atas hasil pengerjaan yang tidak sesuai keinginan atau hasil pengerjaan yang telah rusak pasca penyelesaian. Agar tidak rugi, berikan jangka waktu misal 3 bulan pasca penyelesaian bangunan. Apabila lewat dari 3 bulan kerusakan, lepas tangan untuk perbaikannya. Buat perjanjian hitam di atas putih yang bermaterai agar memiliki kekuatan hukum.

Tak kalah penting adalah miliki sifat berikut agar konsumen makin meningkatkan ketertarikannya:

  • Dapat dipercaya. Dalam pengelolaan anggaran pembangunan rumah tidak ada penyelewengan dana, dalam pembelian material sesuai dengan keinginan konsumen, serta waktu penyelesaian sesuai perjanjian harus bisa ditepati.
  • Cerdas manajemen anggaran. Kontraktor harus bisa membantu konsumen dalam memanfaatkan anggaran rumah dengan seefisien mungkin. Untuk itu, kontraktor harus cerdas dalam manajemen anggaran pembangunan.
  • Bijak memberikan solusi. Ada banyak kendala yang bakal ditemukan kontraktor di lapangan mulai dari lahan lembek sampai dengan dana. Kontraktor harus bisa menemukan solusi atas masalah ini misalnya menimbun lahan dan mendiamkannya dahulu beberapa bulan sebelum dibangun atau membangun rumah minimalis sederhana jika konsumen minim budget.

Di samping itu, untuk dapat menguji kemampuan dalam inovasi, penerapan teknologi, & keamanan, meningkatkan mutu, dan meningkatkan daya saing, jangan ragu untuk mengikuti kompetisi yang umumnya diadakan 2 tahun sekali di Indonesia. Kalau berhasil meraih gelar juara pertama, makin banyak job yang mengantri tentunya. Merasa masih seumur jagung sebagai kontraktor? Tidak masalah karena ini bisa dijadikan sebagai upaya untuk pertambahan pengetahuan atau pengasah kemampuan.

Terpenting, siapa pun yang memberikan proyek selalu berikan kualitas terbaik 😀

 

 

 

Merawat Lantai Keramik

Kebanyakan pemilik rumah saat ini menyukai lantai keramik dibandingkan dengan jenis lantai lainnya. Hal ini dikarenakan lantai keramik akan membuat tampilan rumah lebih modern dan terlihat menarik. Ada banyak pilihan lantai keramik di pasaran, mulai dari yang polos dengan warna-warna gelap dan terang sampai keramik dengan motif bunga, hewan, ragam bentuk, dan lain sebagainya. Di samping itu, jenis lantai ini juga dapat bertahan untuk waktu yang cukup lama selama para pemilik rumah tahu bagaimana cara merawatnya dengan baik.

keramik

Apakah Anda juga memasang lantai keramik di rumah Anda? Jika iya, apakah Anda tahu bagaimana cara merawat lantai ini? Jika tidak, ada baiknya untuk membaca informasi di bawah ini:

Hindari menggunakan sepatu high heel di dalam rumah

Mungkin hal ini terdengar sepele tapi perlu diketahui bahwa sepatu berhak tinggi memiliki ujung hak yang cukup tajam sehingga setiap kali Anda menginjak lantai dengan jenis sepatu ini, lantai akan lecet. Memang lecet yang ditimbulkan tidak seberapa tapi lama kelamaan lecet akan terlihat dan lantai akan terlihat jelek. Oleh sebab itu, ada baiknya untuk menghindari menggunakan sepatu high heel di dalam rumah. Jika Anda takut kaki Anda kotor karena debu, lepas sepatu Anda di luar rumah dan gunakan sandal khusus untuk di dalam rumah.

Di sisi lain, dengan tidak memakai sepatu berhak tinggi di dalam rumah, Anda juga bisa meminimalisir resiko terpeleset dan mengalami nyeri pada kaki karena terlalu lama menggunakan sepatu ini.

Alasi kaki-kaki furniture dengan alas ketika ingin memindahkannya

Ketika kaki-kaki furniture bersenggolan dengan lapisan keramik saat furniture dipindahkan, biasanya akan timbul suara berdecit yang cukup keras. Hal ini jangan diabaikan karena hal ini dapat membuat permukaan keramik lecet. Untuk menghindari hal ini, ada baiknya untuk mengalasi kaki-kaki furniture ketika dipindahkan. Gunakan kain atau handuk tebal untuk mengalasi kaki-kaki furniture. Dengan melakukan ini, lantai keramik tidak akan lecet karena tidak ada senggolan dengan furniture.

Di samping itu, Anda juga bisa menggunakan semacam troli untuk memindahkan benda-benda yang berat sehingga keramik tidak lecet. Oya, sangat disarankan juga untuk memberikan alas pada tunjang motor Anda apabila motor diletakkan di atas lantai keramik.

mengepel lantai

Pel lantai secara teratur

Debu dan kotoran yang berukuran kecil tak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mereka biasanya berada di lantai keramik tanpa Anda sadari. Apabila Anda tidak membiarkan mereka, lantai akan kotor dan mudah tergores karena serpihan kotoran dan debu yang terinjak oleh kaki Anda. Memang dampaknya tidak langsung terlihat tapi sangat disarankan untuk mencegahnya. Adapun cara untuk membersihkan lantai keramik dari kotoran dan debu adalah dengan cara mengepel lantai secara teratur, minimal 2 hari sekali. Gunakan cairan pembersih lantai yang berkualitas agar debu, kotoran, dan juga kuman tidak menempel pada lantai keramik lagi. Sadari juga bahwa dengan melakukan hal ini, lantai akan bersih dan terlihat kinclong.

Apabila Anda memiliki anak yang masih kecil, pastikan untuk tidak membiarkannya menginjak lantai setelah selesai dipel atau sampai lantai kering. Mengapa? Permukaan lantai keramik akan licin dan bisa menyebabkan anak terpeleset.

Btw, bagaimana jika sudah ada beberapa bagian lantai yang retak? Sebaiknya ganti dengan yang baru. Minta bantuan tukang profesional untuk melakukannya agar tidak terjadi kesalahan. Mudah-mudahan dengan melakukan semua tips ini, lantai keramik di rumah Anda akan bertahan untuk jangka waktu yang lama.